UNTUK CLOSE : KLIK LINK IKLAN DI BAWAH 1 KALI AGAR MELIHAT FULL ARTIKEL ^^

sekilas tentang genre SWEDECORE (music)

Swedecore (juga sering disebut Gothencore dan melodic deathcore) adalah nickname buat style yang paling umum di scene metalcore hari ini, yang menggabungkan melodi dan harmoni gitar band-band melodic death metal asal Gothenburg, Swedia (siapa lagi kalau bukan At The Gates atau In Flames) dengan agresifitas dan breakdowns metalcore Amerika era akhir 90-an. Style ini paling banyak diusung oleh band-band Amerika Utara, meskipun sudah dibikin populer di Eropa oleh band-band seperti Caliban dan Heaven Shall Burn. Saat death metal dan hardcore telah sering bercampur-baur menjadi sebuah bentuk baru, hal-hal awal yang bisa mengidentifikasi secara jelas melodic death metal yang di-combine dengan metalcore nyaris muncul secara simultan, dengan album-album seperti; Undying “This Day All Gods Die”, Darkest Hour “The Prophecy Fulfilled”, Prayer For Cleansing “The Rain In Endless Fall” dan Unearth “Above The Fall Of Man”, yang masing-masing dirilis dalam kurun waktu satu tahun (1998-1999). Nggak jelas siapa yang pertama kali punya ide untuk meng-combine kedua style tersebut. Darkest Hour pernah merilis EP “The Misanthrope” di tahun 1996 yang dinilai memiliki unsur musik mereka di masa mendatang tapi lebih banyak bagian metalcore ala Damnation A.D. Album 1997 dari Day Of Suffering “The Eternal Jihad” disebut sebagai influence bagi banyak band Carolina Utara selanjutnya seperti Undying dan Prayer For Cleansing, dan juga Overcast yang telah memulai subgenre ini di Boston, Massachusetts. Dari deretan band-band di atas bisa kita lihat, bahwa ada dua titik asal-muasal Swedecore, yaitu scene Washington DC/Carolina Utara dan Boston. Bagaimanapun, hal itu telah sering diperdebatkan bahwa pemutusan gap antara kedua style tersebut juga telah dilakukan di scene metal Eropa. Pada awal 90-an, band seperti Entombed (Swedia) mulai menggabungkan unsur-unsur hardcore/punk dan Carcass (UK), yang dianggap sebagai salah satu pionir melodic death metal (pasca-album “Symphonies Of Sickness”), juga memiliki unsur hardcore yang kuat. Band yang paling banyak ngasih “petunjuk” kepada band-band metalcore, bagaimanapun, adalah At The Gates, yang album 1995 landmark-nya, “Slaughter Of The Soul”, menghindari banyak layer melodi dan gitar akustik bergaya folk seperti yang diusung oleh band-band satu kampungnya, Dark Tranquility dan In Flames, untuk menghasilkan musik yang jauh lebih liar dan enerjik. Di dalam buklet CD re-release “Slaughter Of The Soul”, vokalis Tomas Lindberg menulis bahwa banyak sekali fans At The Gates di Amerika yang terdiri dari “straight edge kids”. Ada banyak banget variasi di dalam subgenre ini. Band-band yang lebih populer seperti Killswitch Engage dan Atreyu, cenderung mengandalkan sound tebal yang lebih halus, breakdowns yang menyolok dan porsi vokal merdu yang lebih banyak, sementara band-band yang berada di label-label kecil, seperti Undying atau Beyond The Sixth Seal, cenderung memiliki musik yang lebih cepat dan liar yang sering sulit dibedakan dengan melodic death metal tradisional.Lirik band-band Swedecore sering lebih kompleks daripada lirik band-band standar Swedish-style melodic death metal, mungkin karena bahasa Inggris bukan bahasa utamanya. Tapi nggak juga ah, buktinya banyak band Eropa yang memiliki lirik serupa. Yang jelas, liriknya lebih sering merefleksikan tema-tema hardcore ketimbang metal, contohnya, Darkest Hour berfokus ke penjelasan-penjelasan sosial politik, sementara Undying berfokus ke veganisme dan environmentalisme. Nuansa musiknya yang apokaliptik ini juga nyambung ke tema-tema bernafas religi seperti Kristen, dan Christian metalcore pun menjadi julukan tersendiri, seperti yang diusung oleh As I Lay Dying, Zao (tidak termasuk swedecore). Swedecore secara tak terduga menjadi populer sekitar tahun 2000, bareng sama emo, mungkin karena waktunya bersamaan dengan band-band emo hardcore yang musiknya lebih keras. Di antara banyak band yang membantu mempopulerkannya dan dianggap sebagai perwakilan terdepan metalcore hari ini adalah Killswitch Engage, God Forbid dan Unearth. Karena kepopulerannya, mereka jadi sering dikritik sebagai genre “sell-out” dan dijuluki “the new nu-metal”. Validitas argumentasi ini didukung oleh fakta, dimana barisan pengisi acara Ozzfest tahun-tahun belakangan ini paling banyak disesaki oleh band-band metalcore, sebagaimana pada akhir 90-an, salah satu festival metal akbar paling bergengsi ini didominasi oleh band-band nu-metal (Slipknot, Mudvayne, Spineshank, Otep, dll). Setahun belakangan ini, Swedecore memasuki tingkat kedua popularitasnya, lazimnya di antara para fans musik cadas secara umum. Pengaruh Swedecore bisa terlihat di mainstream, sebagaimana banyak band emo/metalcore populer seperti Alexisonfire atau Silverstein, sering menggabungkan rif-rif melodic death metal secara menyolok ke dalam musiknya. Well, inilah para “plagiator Swedish style”, dari Amerika Utara: After The Eulogy, Age of Ruin, All That Remains, As Blood Runs Black, As Hope Dies, As I Lay Dying, August Burns Red, Avenged Sevenfold (pra-album “City of Evil”), Becoming The Archetype, Bleeding Through, Darkest Hour, Dead To Fall, Dead Elizabeth, Embrace The End, Endthisday, Foreknown, From Autumn To Ashes (album pertama), From This Day, Himsa, It Dies Today, Killswitch Engage, Living Sacrifice, Nehemiah, Prayer For Cleansing, Still Remains, The Autumn Offering, The Red Death, Trivium, Undying, Unearth, Veil of Maya, Winter Solstice, dll. Dari Jerman: Caliban, Heaven Shall Burn, Fear My Thoughts, Neaera, dll. Dari Australia: I Killed The Prom Queen, Parkway Drive, dll. Dari Inggris: Mendeed, dll. Dari Hungaria: Inferno Metalcore System. Dari Selandia Baru: Newwayhome.


sumber fhaglad

sekilas tentang genre DEATHCORE (nusic)

 Deathcore adalah penggabungan antara metalcore dan death metal. Meskipun musiknya agak menyerupai slamming death metal dan deathgrind, deathcore memiliki permainan drum yang tipikal pada variasi dan kecepatannya. Lirik lagunya nggak selalu sama seperti lirik umum death metal, tapi menggunakan growl dan scream yang sama. Tempo ngebut dan kompleksitas death metal dan breakdowns metalcore dilebur jadi satu. Intinya deathcore adalah hibrida dari punk, hardcore dan death metal. Tapi disebut death metal saja juga tidak masalah kok. Lo simak saja band-band ini: Abscess, Animosity, Crematorium, Despised Icon, Glass Casket, Job For A Cowboy, The Red Chord, Unseen Terror, dll. Kemudian ada lagi, melodic deathcore, yang hasil kombinasi melodi dan harmoni gitar band-band melodic death metal seperti At The Gates dan In Flames, contohnya As Blood Runs Black, As Hope Dies, Neaera, The Black Dahlia Murder, Through The Eyes Of The Dead, dll.


sumber fhaglad

sekilas tentang genre MATCHCORE (music)

Mathcore merupakan singkatan dari mathematicalcore yang merupakan penggabungan progressive, jazz, hardcore merujuk ke  unsur metalcore. band2 yang mengusung genre ini ialah dillinger escape plan, protest the hero,
Mathcore juga biasa disebut technical metal, technical hardcore dan math metal yang diakui sebagai teknis bermain musik level tinggi. Subgenre ini memiliki akar dari band-band seperti Deadguy, Converge, Kiss It Goodbye, Training For Utopia, Botch, Turmoil, Coalesce, Bloodlet, Groundwork, Resurrection, Acme, Nerv dan Starkweather. Komposisi mathcore biasanya penuh dengan keganjilan dan bernuansa chaotic seperti aransemen dan struktur lagu yang kompleks dan lirik yang sulit dimengerti dan nyeleneh. Jarang banget ada pengulangan bagian lagu (verse chorus) yang konvensional. Rata-rata memainkan berbagai teknik yang sulit pada masing-masing instrumennya. Influences-nya bisa bermacam-macam, seperti jazz, fusion, blues rock, the rest, you name it. Silahkan simak musik-musik “kacau” dari pasukan metal akrobatik berikut ini: A Life Once Lost, An Albatross, Between The Buried And Me, Botch, Candiria (lama), The Chariot, Coalesce, Converge, Creation is Crucifixion, Curl Up And Die, Daughters, The Dillinger Escape Plan, The End, Every Time I Die (lama), Fear Before The March Of Flames, Five Star Prison Cell, Foreign Objects, Inner Surge, Into The Moat, Ion Dissonance, Look What I Did, Manhattan Skyline, Meshuggah, Mudvayne, Nights Like These, Nerv, The Number Twelve Looks Like You, The Power And The Glory, Psyopus, The Red Chord, Some Girls, Tanagra, dll.

 THE CHARIOT

sumber  fhaglad

sekilas MOSHCORE (MUSIC)



Moshcore juga dikenal sebagai new school hardcore, old school metalcore, beatdown metalcore, yang ciri khasnya menampilkan personil bergaya “tough guy”, terutama sang vokalis. Style ini sengaja didesain untuk menyulut penonton di mosh pit untuk berdansa liar sambil saling menghantam badan (body contact) dan moshing atau crowd surfing, yang semuanya memiliki resiko fisik yang tinggi. Moshcore sering dianggap sebagai komposisi metalcore yang paling simple, dengan lagu berdurasi sekitar 1-2 menit (nggak selalu sih) dan kental dengan unsur hardcore tradisional seperti moshing breakdowns dan sing-along, tapi dengan sound gitar yang metallic dan kebanyakan downtuned (disetem rendah –ed). Band yang paling ngetop, apalagi kalo bukan, Hatebreed, yang mendapat pengakuan mainstream karena pernah tampil di beberapa soundtrack film Hollywood (XXX, The Punisher dan Freddy Vs. Jason). Vokalisnya, Jamey Jasta, menjadi pemandu acara MTV2 Headbanger’s Ball. Selain itu ada Ryker’s, Integrity, Madball, 100 Demons, Walls Of Jericho, Blood For Blood, Bury Your Dead, Earth Crisis, Strife, Terror, Throwdown, dll.


sumber fhaglad

sekilas tentang metalcore

(Metallic Hardcore) merupakan subgenre dari 2 genre: heavy metal dan hardcore. Hardcore sendiri berakar dari punk rock dan secara musikal hardcore adalah buah perkawinan dari punk rock dan heavy metal. Pada awal kemunculannya, hardcore merupakan antitesa dari punk rock, yang mana ingin menghancurkan stigma negatif punk yang identik dengan pengkonsumsian alkohol dan drugs serta gigs (baca = pentas musik) yang hampir selalu diwarnai keributan. Gerakan ini bernama “Straight Edge” (SxE) dan dipelopori oleh Minor Threat, band asal Washington DC, USA yang dimotori oleh sang vokalis, Ian McKaye. Konsep SxE berbicara tentang pola hidup sehat dan positive mental attitude (mungkin salah satunya 4 sehat 5 sempurna kali yee…hehe –ed) yang diangkat ke dalam lirik lagu dan dijalani dalam kehidupan pribadi personil bandnya. Walhasil, mereka telah menginspirasi banyak band generasi berikutnya. Terlepas dari menganut SxE atau tidak, sebagai penikmat musik ini, kita tetap mendapat masukan secara substansial. Slogan-slogan yang menyerukan perubahan positif sering sekali terjadi di setiap gigs punk/hardcore. Tema-tema tentang kebersamaan, solidaritas, perdamaian, kesetaraan, HAM, lingkungan hidup dan bahkan kampanye sosial-politik, dari isu personal hingga ke global mereka geber. Selanjutnya hampir setiap band berusaha untuk mengeksplorasi musiknya yang dimotivasi oleh influences dari berbagai macam genre di luar genre standar punk/hardcore pada era itu hingga ke era berikutnya. Prototipe (cikal bakal –ed) metalcore sebenarnya sudah muncul sejak akhir dekade 80-an melalui band-band seperti S.O.D., Madball, Integrity, Maximum Penalty, Judge, Biohazard. Dan awal 90-an perkembangan hardcore menuju ke arah yang lebih keras dilanjutkan dengan kegarangan band-band seperti Ryker’s, Earth Crisis, Strife, yang kemudian dibuat sebuah kategori bernama new school, yang mana menawarkan musik hardcore yang lebih berat dengan sound yang metallic. Kategori old school dibuat untuk style hardcore yang dimainkan band-band awal seperti Youth Of Today, Gorilla Biscuits. Sebelum metalcore menjadi booming, Vision Of Disorder sudah memainkan style ini beberapa tahun sebelumnya, sama seperti All Out War, Adamantium, Starkweather dan Deadguy. Sekitar pertengahan 90-an, istilah metalcore mulai populer di scene hardcore dan metal. Slayer disebut-sebut sebagai “biang kerok” yang paling influential terhadap perkembangan style metalcore. Simak saja musik band-band seperti Morning Again, Reprisal, Arkangel, dll yang meniru telak guitar riffing-nya. Gebrakan awal metalcore ditandai oleh kesuksesan band-band seperti Poison The Well, Walls Of Jericho, Shai Hulud, Eighteen Visions, Nora, dll. Sub-subgenre heavy metal seperti death metal, grindcore, gothic doom, black metal juga turut berperan besar memberikan pengaruh kuat terhadap perkembangannya yang melahirkan band-band seperti Caliban, Killswitch Engage, Undying, Dead Blue Sky, Heaven Shall Burn, dll. Juga ada style math metalcore seperti musik yang dibesut oleh Converge, The Dillinger Escape Plan, The Red Chord, Every Time I Die, dll. Seiring dengan semakin meningkatnya popularitas metalcore, semakin banyak pula band baru yang bermunculan bagaikan jamur yang tumbuh di musim hujan. Semua batasan mereka dobrak, mengambil berbagai unsur musikal ke dalam formula musik masing-masing band sehingga menelorkan banyak style baru seperti emo (sori gw ganti istilah ini menjadi post-punk) metalcore seperti yang diusung oleh Atreyu, Avenged Sevenfold, Alexisonfire, From First To Last, dan segudang nama-nama lainnya.

sumber

Sekilas tentang Modern Black Metal

Modern Black metal bisa dikategorikan sebagai gelombang kedua dari perkembangan musik black metal di seluruh penjuru dunia. Kultur dari musik black metal ini , semakin menggugah kalangan anak muda untuk tampil dengan cara bermusik yang sederhana ala Black metal di awal pergerakan dan perkembangannya dengan hanya mengandalkan musik style yang primitive, ortodoks dengan hanya mengandalkan spike , leather dan corpsepaint.Perkembangan musik Black Metal di dunia memiliki kiblat tetap pada Venom dan Bathory, namun seiring dengan perkembangan zaman, yang paling memukau perkembangannya adalah dari ranah Norwegia, seperti yang telah diceritakan dalam chapter sebelumnya. Dalam chapter tersebut diceritakan berbagai macam intrik dan konflik internal antara Euronymous dan Varg, bagaimana sebenarnya Profil Varg dan pandangan dia terhadap kultur black metal itu sendiri.Untuk melihat perkembangan dari gelombang kedua musik Black Metal tersebut, ada baiknya kita melihat dari perkembangan musik ini dari tiap negara.Norwegia

Generasi perkembangan musik Black Metal setelah konflik social yang menimbulkan cover up dari pergerakan Black Circle yang dikemas dengan musik yang cukup dibenci dengan nama black metal dan menjadi bahan publisitas dari media massa di tahun 1993 dan 1994 di negara ini akhirnya justru menjadi pemicu lahirnya band band baru yang memiliki kualitas jauh lebih baik dari pendahulunya. Dari golongan ini lahirlah Dimmu Borgir.

Dimmu Borgir berarti Dark Castle dalam bahasa Inggris atau Istana Kegelapan dalam bahasa Indonesia. Shagrath dan Silenoz membentuk band ini dengan kapasitansi mirip seperti Cradle of Filth dengan unsur Symphonic digabung dengan riffing gitar yang melodius sehingga membuat musik black metal makin mudah dicerna dan diterima oleh publik. Dimmu Borgir mengalami proses bermusik dari mulai primitive Black Metal di album for all tid sampai mengalami titik puncak ketika dirilis oleh Nuclear Blast sebagai ‘lawan yang sepadan’ bagi Cradle of Filth, dimana di tahun 1997 – 1998 , massa Metal memandang Cradle of Filth sebagai band yang no.1, baik dari sisi penjualan album atau dari fanbased. Pentasbihan Dimmu Borgir sebagai lawan yang sepadan bagi CoF ini dibuktikan lewat Gods of Darkness tour di tahun 1997, yang berupa tour bersama CoF ini di beberapa kota dan didukung oleh band lain di antaranya Dissection,Emperor dan Bal Sagoth

Band lain yang mengalami perubahan yang drastis dari sisi musikalitas adalah, Immortal, band black metal yang lekat dengan mitologi negeri khayalan di kutub utara sana, mengusung tema musim dingin berkepanjangan, cerita cerita kepahlawanan yang sebenarnya mereka buat berdasarkan mitologi Viking. Band ini berevolusi dari karakter primitive black metal menjadi technical Black metal, terutama pada album Blizzard Beasts, sampai berlanjut ke album terakhir mereka Sons of northern Darkness. Band ini memiliki cirri khas, yaitu menggunakan wajah para personel mereka sebagai cover album , kecuali album at the heart of winter yang konon kabarnya diveto oleh label yang merilisnya supaya tampak lebih indah dan lebih ‘menjual’.

Band dari generasi awal yang memiliki karakter mirip dengan Immortal adalah Satyricon , band ini dimulai dengan sebuah band yang kurang dipandang sebelah mata, karena Wongraven dan Frost masih berusia dibawah 15 tahun ketika bergabung sebagai crew di toko Euronymous bernama Helvete. Namun Frost dan Satyr ini merupakan duo yang cukup solid memberikan hasil karya dan warna tersendiri dalam perkembangan Black Metal ini, terutama dengan hasil karya yang fenomenal dan controversial.. MOTHER NORTH … video klip yang cukup controversial dan dibanned di beberapa channel tv. Frost juga memiliki drumkit yang bernilai sejarah cukup tinggi,karena drumkit itulah yang dipakai untuk rekaman beberapa band Black Metal dari gelombang awal di Norwegia ini, seperti album DeMysteriis milik Mayhem , album pertama Arcturus, dan lain-nya.
Tema Viking metal semakin merebak dengan punggawa punggawa utama, seperti Enslaved, Einherjer, Ragnarok, Vintersorg , Thyrfing dan Borknagar. Enslaved memang merupakan band pengusung dari Viking Metal ini, semenjak album split dengan Emperor bertajuk Hordanes land , cirri khas dari Enslaved adalah menggunakan tema yang unik, kadang mengkombinasikan unsur musik dan alat musik tradisional dalam komposisi lagu lagunya dan murni menggunakan mitologi bangsa Viking sebagai tema lirik mereka.Viking metal merupakan sebuah perkembangan dan variasi dari genre Black Metal ini sehingga memberikan warna musik yang cukup indah dan bervariasi dari sisi komposisi, struktur lagu dan hasil karya yang dihasilkan merupakan perkembangan yang unik, menarik dan patut disimak.
Tema progressive dan avant-garde metal juga diusung oleh beberapa band dari Norwegia ini, kita bisa mendengar dan mengapresiasi hasil karya dari Arcturus, Winds, Ulver. 3 band ini adalah pelopor unsur musik yang menggabungkan tema progressive, avant-garde Black metal dalam lagu lagu-nya, dan kadang menggabungkan unsur psychedelic dan ketidak beraturan lain-nya dalam hasil karya mereka, bahkan Krystoffer Rygg aka Garm dari Ulver menyebutkan bahwa tiap album Ulver bisa memberikan style yang betul betul berbeda, hal ini dibuktikan dengan album Nattens Madrigal yang memberikan sound ala Darkthrone dengan musik yang AMAT tidak enak untuk disimak, namun di album berikutnya band ini, Ulver merilis album Themes from William Blake yang 180 derajat berbeda dengan sebelumnya, di album ini banyak sekali influence dari musik electronica, ambient, disco dan lain-nya … totally tidak black metalSwedia

Why Sweden .. ? Swedia merupakan sebuah negara yang memiliki kultur musik yang cukup berbeda dengan Norwegia. Kultur budaya musik yang kuat dari Swedia yang berasal dari seniman bangsa Viking yang telah melahirkan band band terkenal seperti ABBA dan Roxette , kembali menelurkan berbagai macam band metal yang cukup terkenal di jaman-nya, sebut saja sampai sekarang Dismember dan Entombed.
Kembali pada cerita sebelumnya, Christoffer Johnsson dari Therion pernah menerima ancaman bahwa sebenarnya dialah dalang dari pembunuhan Euronymous, hal ini disangkal karena memang Therion memiliki visi , misi dan berbeda dengan segala aktifitas Black Circle di Norwegia. Genre musik di Swedia cukup berbeda dengan pergerakan Black Metal di Nowegia, karena karakter musik di Swedia lebih mengutamakan dari karakter sound dan musikalitas yang lebih baik, hal ini bisa disimak dari komposisi lagu yang mereka pilih, karakter sound yang lebih ‘nyaman’ di telinga dan patterns dari riff guitar yang sedikit lebih technical dan groovy

Swedia memiliki beberapa band yang memiliki karakter Black Metal, kadang diberikan terms sebagai Blackened Death Metal , band band seperti Necrophobic, Luciferion dan Hypocrisy yang di awal karirnya memberikan warna tersebut dengan lagu lagu dalam album Penetralia dan Osculum Obscenum, seperti Necronomicon, God is a Lie, Inferior Devoties dan lainnya. Setelah dua album tersebut Masse Broberg sang vokalis akhirnya keluar dari band ini dan bergabung dengan Ahriman dalam band yang tidak kalah gahar dengan Hypocrisy bernama Dark Funeral. Dark Funeral memiliki karakter musik seperti Hypocrisy dengan sentuhan Death metal yang kental, namun dengan tempo dan beat yang lebih cepat.

Berbicara Black Metal di Swedia, mungkin kita mengenal band lain yang telah mendunia dengan liriknya yang didominasi oleh peperangan , MARDUK. Band ini adalah band black metal dilihat dari sisi penampilan dengan full dengan corpsepaint, spike dan leather ..namun dari lirik liriknya , terlihat perbedaan yang cukup mendasar dari album ke album. Band ini cenderung agak rasialis dan bercerita bahwa musik black metal hanya diperuntukkan untuk ras kulit putih saja. Hal ini lah yang membuat para kritisi musik menduga bahwa Morgan Hakannsson dan kawan kawan mencoba untuk memasukkan sentuhan Nazisme pada lirik lirik mereka, perlu disimak album mereka yang bertema peperangan tersebut dari semenjak Heaven shall burn ….. sampai ke Panzer Division Marduk.

Lambat laun namun pasti scene Black Metal di Swedia selalu dipengaruhi oleh Quorthon lewat BATHORY –nya. Hal ini diperkuat dengan perkembangan sound dan karakter musik yang selintas mirip Bathory yang dipelopori oleh Abruptum dan Ophtalamia sebagai cikal bakal band – band yang memiliki karakter Gothenburg sound ala In Flames dan Dark Tranquility namun memainkan genre Black metal, seperti Gates of Ishtar, Sacramentum , Mithotyn (sekarang berevolusi menjadi Falconer) dan Dissection

Swedia adalah negara yang kaya dengan band band berbahaya dari jalur Black Metal ini, dari gelombang kedua ini diantara band band yang berbakat dan sampai sekarang masih exist dan terus berkarya dengan warna yang cukup unik adalah Opeth dengan memainkan unsur progressive, death metal, dan black Metal di komposisi lagu lagunya,.Inggris

Bila kita mengingat nama Band metal dari Inggris ..apa yang terlintas dalam ingatan kita ? ..ya anda betul IRON MAIDEN dan bila Iron Maiden tumbuh di era 90 –an kemudian memainkan musik Black Metal .. apa yang terjadi ….? Cradle of Filth adalah jawabannya. Cradle of Filth adalah band yang ditasbihkan sebagai pelopor Symphonic Black Metal sebuah aliran musik Black metal yang mencoba menggabungkan unsur keindahan dalam bermusik, unsur operatic, gothic dengan tema horror dan wanita sebagai objek penggambaran yang tepat sebagai penjabaran tema tersebut ke dalam sampul album walaupun dalam judul lagu.

Band dari Suffolk Inggris ini semenjak album pertama The Principle of Evil made Flesh telah menancapkan kuku-nya sebagai band yang harus diperhitungkan di dunia Black Metal , walaupun sempat dikecam sebagai band yang not evil enough¸namun band ini terbukti memiliki fanbased di seluruh dunia dan mempengaruhi dari perkembangan musik Black Metal ini kea rah yang lebih bisa dimengerti dan diikuti dari sisi komposisi lagu dan citra yang dibangun dari jenis musik ini. Band inilah yang pertama kali menggunakan tema wanita sebagai ciri khusus dari setiap cover album-nya dan konstan tetap digunakan ( kecuali untuk mini album From The Cradle to Enslave ).

Dani DaVey atau lebih dikenal sebagai Dani Filth sebagai leader dari band ini selalu mencoba berkreasi dengan mencoba membuat tema tema horror dalam album albumnya, kita bisa melihat album V Empire dan Dusk and her Embrace yang didedikasikan pada cerita cerita Vampire, Cruelty and the Beast yang bertemakan kehidupan Elizabeth Bathory, sementara kehancuran dunia dan segala macam dosa oleh manusia dibuat tema di album Damnation and a Day, di album inilah satu satu-nya band black metal yang berhasil mengkombinasikan musik metal dengan REAL orchestra. Dani dan kawan kawan menggamit Budapest Film Orchestra and Choir untuk menggantikan efek dari synthesizer yang sebelumnya sering digunakan.pada album album sebelumnya.


Cradle of Filth membuat sejarah dengan masuk ke dalam nominasi grammy awards untuk album kategori rock pada single Nymphetamine yang juga merupakan judul album ke 11 mereka yang dirilis oleh Roadrunner records ( cd –nya telah dirilis di Indonesia ). Album ini benar benar layak untuk disimak dan dinikmati bagi para fans Black Metal dan juga bisa direkomendasikan sebagai awal untuk menikmati jenis musik ini.


Band band lain yang mengikuti jejak dari Cradle of Filth, adalah Hecate Enthroned, yang dibentuk oleh mantan personel Cradle of Filth, dari semenjak album Upon the Promeathean Shores sampai pada Dark Requiems … Hecate Enthroned benar benar merupakan copycat dari Cradle of Filth, namun hal ini tidak menjadikan penjualan album album mereka booming seperti Cradle of Filth, karena karakter dan komposisi musik mereka yang cenderung membosankan untuk disimak. Namun semenjak album King of Chaos karakter musik mereka mulai berubah lebih modern dengan menggabungkan musik Death Metal, sehingga selintas mirip dengan Vital Remains .Amerika Serikat dan Kanada


Amerika Serikat memberikan warna tersendiri pada jenis musik ini. Black Metal tidak disebut sebagaimana mestinya, tapi band band yang berasal dari negeri ini , rata rata tidak mau menyebut diri bahwa mereka memiliki jenis musik Black Metal, mereka lebih cenderung pada Blackened Death Metal atau malah Satanic Death Metal seperti Deicide


Band yang berasal dari USA ini mengemas musik modern Black metal dengan dasar technical, roots dari Death metal, sound yang berat ( tidak raw dan ringan ) , notasi dari riff yang memiliki pattern heavy metal namun dimainkan dengan cepat, dan karakter sound yang diambil dari Floridan Death metal atau NY Death Metal.Hasilnya ..? kita bisa mengenal band seperti ABSU, Vital Remains, Pessimist, Kataklysm dan Blasphemy , dimana dua band terakhir berasal dari Kanada.


Jenis yang lebih modern dan lebih technical , kita bisa melihat pada dua band yang mengusung jenis tema mitologi Yunani dan Mesir pada lirik liriknya, yaitu Hate eternal dan Nile. Dua band ini benar benar digjaya dengan menggabungkan konsep brutal death metal dengan tema mitologi tersebut yang meruntuhkan batas yang jelas antara black metal dan death metal itu sendiri. Namun Erik Rutan dari Hate Eternal sering menyanggah bahwa konsep yang dimainkan-nya adalah Black Metal. Hal senada juga sering diutarakan oleh Trey Azaghtoth dari Morbid Angel yang menyebut musisi black metal asal Norwegia itu seperti ‘anak kecil’ yang mencoba belajar bermain musik. Bila dari sisi musikalitas hal itu bisa dibenarkan, karena kapasitas dari Morbid Angel sendiri secara konsep dan kualitas dibandingkan band Black Metal dari Norwegia. amat technical dan jauh di atas rata rata skill mereka JAsia, Indonesia dan Australia


Perkembangan musik Black Metal di Asia, diawali oleh band band asal Jepang yang sudah mulai mendunia di awal 90-an , yaitu Sigh dan Sabbat ( bukan sabbat – Inggris yang merupakan band pre-Skyclad ). Sigh lebih cenderung memberikan nuansa psychedelic dan avant-garde black metal, mirip Arcturus hanya dikemas lebih pada sound yang raw dan sedikit unik dengan tambahan nuansa horror dari synthesizer. Sedangkan Sabbat memiliki karakter primitive Black Metal , band ini bisa dibilang sebagai pioneer dari Black Metal Asia, karena telah exist di tahun 80-an , namun gaung-nya kurang kuat .


Asia Tenggara awalnya memiliki peta musik Black Metal yang cukup diperhitungkan dengan bermunculan band band yang berkualitas dan bertalenta cukup tinggi, di Malaysia muncul band seperti Langsuyr , As Sahar, dan Vociferation of Eternity, sedangkan di Singapura muncul band yang cukup terkenal yaitu IMPIETY yang telah go international dan melakukan tour Eropa serta dua album terakhir mereka telah dirilis oleh label asing. Namun scene Malaysia sempat hancur luluh lantak sebab issu Black Metal yang dipolitisir untuk kepentingan politik beberapa pihak dan sempat mati suri beberapa tahun, namun pada tahun 2006 kemarin, beberapa band sudah mulai menggeliat untuk melakukan comeback.


Indonesia memiliki beberapa talenta yang sudah go international di jenis musik ini, salah satu talenta yang sangat baik adalah KEKAL, band yang menyebut diri nya adalah spiritual unblack metal ini memiliki karakter musik yang lengkap, dengan influence gabungan Arcturus, Winds , Rush, Depeche Mode sampai Emperor. Beberapa album telah diluncurkan oleh band ini yang tetap konsisten berkarya di jalur indie label dengan pemasaran melalui jalur musica records , namun di 2 album terakhir mereka menandatangani kontrak dengan label Fear Dark asal Belanda untuk distribusi Eropa dan dunia. Kekal memiliki karakter yang unik dan merupakan wakil Indonesia satu satunya yang mumpuni di genre Black Metal ini. Genre Black Metal merupakan genre yang cukup subur tumbuh di Indonesia, dilain pihak kita bisa mengenal band band lain yang exist sampai sekarang, seperti Neurotic of Gods, Sant-et , Emptyss, Ritual Orchestra, Perish, Hellgods dan lain-nya.
Australia, sebenarnya memberikan sumbangsih besar bagi peta metal dunia, sebut saja band Mortification, yang kental aroma Death-thrash metal dengan lirik yang bernuansa kristiani. Namun kontras dengan hal tersebut ada beberapa pioneer Black Metal yang berseberangan dengan Steve Rowe dan Mortification, diantaranya Astennu dengan Carpe Tenebrum ( pada tahun 1997 Astennu hijrah ke Norwegia dengan alasan scene Black metal di Australia kurang kondusif dan bergabung bersama Dimmu Borgir sampai sekitar tahun 2000 ) , Bestial Warlust , Demoniac dan Sadistik Execution . 3 band terakhir ini akhirnya re-lokasi ke Perancis dan Inggris. Malah Demoniac akhirnya bubar dan 2 orang ‘punggawa’ nya beralih aliran musik menjadi power metal dan membentuk DRAGONFORCE !!!

SEJARAH ROCK BAWAH TANAH DI INDONESIA

Embrio kelahiran scene musik rock underground di Indonesia sulitdilepaskan dari evolusi rocker-rocker pionir era 70-an sebagaipendahulunya. Sebut saja misalnya God Bless, Gypsy(Jakarta), Giant Step, Super Kid (Bandung), Terncem (Solo), AKA/SAS(Surabaya), Bentoel (Malang) hingga Rawe Rontek dari Banten. Merekainilah generasi pertama rocker Indonesia.


Istilah underground sendiri sebenarnya sudah digunakan Majalah Aktuil sejak awal era 70- an. Istilah tersebut digunakan majalah musik dan gaya hidup pionir asalBandung itu untuk mengidentifikasi band-band yang memainkanmusik keras dengan gaya yang lebih `liar' dan `ekstrem' untuk ukuranjamannya. Padahal kalau mau jujur, lagu-lagu yang dimainkan band-band tersebut di atas bukanlah lagu karya mereka sendiri, melainkan milikband-band luar negeri macam Deep Purple, Jefferson Airplane, BlackSabbath, Genesis, Led Zeppelin, Kansas, Rolling Stones hingga ELP.Tradisi yang kontraproduktif ini kemudian mencatat sejarahhanya sedikit saja album rekaman yang terlahir dari band-band rockgenerasi 70-an ini.


Dekade 80-an tercatat sebagai masa perkembangbiakan rock n' roll danmulai bergeraknya subkultur ini ke arah industri. Tokoh sentral yangdominan mewarnai perkembangan musik rock di era 80-an tentu saja LogZhelebour asal Surabaya. Mantan pengusaha rental lampu disko yang nekatmengkapitalisasi musik rock berkat dukungan perusahaan rokok ternama inisecara berkala sukses mengorganisir Festival Rock Se-Indonesia yang babak finalnya selalu digelar di kota pahlawanSurabaya.


Gara-gara festival inilah media massa nasional kemudianmengklaim Surabaya sebagai barometer musik rock Indonesia. Ajangkompetisi band-band rock nasional yang digelar sejak 1984 ini dikemudian hari banyak melahirkan alumni-alumni rock kugiran yangnamanya sempat mengharum di pentas nasional. Sebut saja misalnya ElPamas, Grass Rock (Malang), Power Metal (Surabaya), Adi Metal Rock(Solo), Val Halla (Medan) hingga Roxx (Jakarta). Selain itu Logjugalah yang membidani lahirnya label rekaman rock yang pertama diIndonesia, Logiss Records. Produk pertama label ini adalah albumketiga God Bless, "Semut Hitam" yang dirilis tahun 1988 dan ludes hingga400.000 kaset di seluruh Indonesia.


Menjelang akhir era 80-an, di seluruh dunia waktu itu anak-anak mudasedang mengalami demam musik thrash metal. Sebuah perkembangan stylemusik metal yang lebih ekstrem lagi dibandingkan heavy metal. Band- bandyang menjadi gods-nya antara lain Slayer, Metallica, Exodus, Megadeth,Kreator, Sodom, Anthrax hingga Sepultura. Kebanyakan kota- kota besar diIndonesia seperti Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Surabaya, Malang hingga Bali, scene undergroundnya pertama kali lahir dari genre musik ekstrem tersebut. Di Jakarta sendirikomunitas metal pertama kali tampil di depan publik pada awal tahun 1988.


Komunitas anak metal (saat itu istilah underground belumpopuler) ini biasa hang out di Pid Pub, sebuah pub kecil di kawasanpertokoan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Menurut Krisna J. Sadrach,frontman Sucker Head, selain nongkrong, anak-anak yang hang out di sanaoleh Tante Esther, owner Pid Pub, diberi kesempatan untuk bisa manggungdi sana. Setiap malam minggu biasanya selalu ada live show dari band-bandbaru di Pid Pub dan kebanyakan band-band tersebutmengusung musik rock atau metal.


Band-band yang sering hang out di scene Pid Pub ini antara lain Roxx(Metallica & Anthrax), Sucker Head (Kreator & Sepultura), Commotion OfResources (Exodus), Painfull Death, Rotor (Kreator), Razzle(GN'R), Parau (DRI & MOD), Jenazah, Mortus hingga Alien Scream(Obituary). Beberapa band diatas pada perjalanan berikutnya banyak yangmembelah diri menjadi band-band baru. Commotion Of Resources adalah cikalbakal band gothic metal Getah, sedangkan Parau adalah embrio band deathmetal lawas Alien Scream. Selain itu Oddie,vokalis Painfull Death selanjutnya membentuk grup industrial SicMynded di Amerika Serikat bersama Rudi Soedjarwo (sutradara Ada ApaDengan Cinta?). Rotor sendiri dibentuk pada tahun 1992 setelahcabutnya gitaris Sucker Head, Irvan Sembiring yang merasa konsepmusik Sucker Head saat itu masih kurang ekstrem baginya.


Semangat yang dibawa para pendahulu ini memang masih berkutat polatradisi `sekolah lama', bangga menjadi band cover version! Di antaramereka semua, hanya Roxx yang beruntung bisa rekaman untuk single pertamamereka, "Rock Bergema". Ini terjadi karena mereka adalahsalah satu finalis Festival Rock Se-Indonesia ke-V. Mendapat kontrakrekaman dari label adalah obsesi yang terlalu muluk saat itu.


Jangankan rekaman, demo rekaman bisa diputar di radio saja mereka sudahbahagia. Saat itu stasiun radio yang rutin mengudarakan musik- musikrock/metal adalah Radio Bahama, Radio Metro Jaya dan Radio SK. Daribeberapa radio tersebut mungkin yang paling legendaris adalah RadioMustang. Mereka punya program bernama Rock N' Rhythm yangmengudara setiap Rabu malam dari pukul 19.00 – 21.00 WIB. Stasiun radioini bahkan sempat disatroni langsung oleh dedengkot thrashmetal Brasil, Sepultura, kala mereka datang ke Jakarta bulan Juni 1992.Selain medium radio, media massa yang kerap mengulas berita- beritarock/metal pada waktu itu hanya Majalah HAI, Tabloid Citra Musik danMajalah Vista.


Selain hang out di Pid Pub tiap akhir pekan, anak-anak metal inisehari-harinya nongkrong di pelataran Apotik Retna yang terletak didaerah Cilandak, Jakarta Selatan. Beberapa selebritis muda yang dulusempat nongkrong bareng (groupies?) anak-anak metal ini antara lain AyuAzhari, Cornelia Agatha, Sophia Latjuba, Karina Suwandi hinggaKrisdayanti. Aktris Ayu Azhari sendiri bahkan sempat dipersunting sebagaiistri oleh (alm) Jodhie Gondokusumo yang merupakan vokalis Getah dan jugamantan vokalis Rotor.


Tak seberapa jauh dari Apotik Retna, lokasi lain yang seringdijadikan lokasi rehearsal adalah Studio One Feel yang merupakanstudio latihan paling legendaris dan bisa dibilang hampir semua band- bandrock/metal lawas ibukota pernah rutin berlatih di sini.


Selain Pid Pub, venue alternatif tempat band-band rock undergroundmanggung pada masa itu adalah Black Hole dan restoran Manari Open Air diMuseum Satria Mandala (cikal bakal Poster Café). Diluar itu, pentas seniSMA dan acara musik kampus sering kali pula di "infiltrasi" oleh band-band metal tersebut. Beberapa pensi yang historikal di antaranya adalah Pamsos (SMA 6 Bulungan), PL Fair (SMA Pangudi Luhur), Kresikars (SMA 82), acara musik kampus Universitas Nasional (Pejaten), Universitas Gunadarma, Universitas Indonesia(Depok), Unika Atmajaya Jakarta, Institut Teknologi Indonesia(Serpong) hingga Universitas Jayabaya (Pulomas).


Berkonsernya dua supergrup metal internasional di Indonesia,Sepultura (1992) dan Metallica (1993) memberi kontribusi cukup besar bagiperkembangan band-band metal sejenis di Indonesia. Tak berapa lamasetelah Sepultura sukses "membakar" Jakarta dan Surabaya, band speedmetal Roxx merilis album debut self-titled mereka di bawahlabel Blackboard. Album kaset ini kelak menjadi salah satu albumspeed metal klasik Indonesia era 90-an.


Hal yang sama dialami pula oleh Rotor. Sukses membuka konser fenomenal Metallica selama dua hari berturut-turut di Stadion Lebak Bulus, Rotor lantas merilisalbum thrash metal major labelnya yang pertama di Indonesia, Behind The8th Ball (AIRO). Bermodalkan rekomendasi dari manajer turMetallica dan honor 30 juta rupiah hasil dua kali membuka konserMetallica, para personel Rotor (minus drummer Bakkar Bufthaim)lantas eksodus ke negeri Paman Sam untuk mengadu nasib. Sucker Headsendiri tercatat paling telat dalam merilis album debut dibanding bandseangkatan mereka lainnya. Setelah dikontrak major label lokal, AquariusMusikindo, baru di awal 1995 mereka merilis album `The Head Sucker'.Hingga kini Sucker Head tercatat sudah merilis empat buah album.


Dari sedemikian panjangnya perjalanan rock underground di tanah air,mungkin baru di paruh pertama dekade 90-anlah mulai banyak terbentukscene-scene underground dalam arti sebenarnya di Indonesia. DiJakarta sendiri konsolidasi scene metal secara masif berpusat diBlok M sekitar awal 1995. Kala itu sebagian anak-anak metal seringterlihat nongkrong di lantai 6 game center Blok M Plaza dan disebuah resto waralaba terkenal di sana.


Aktifitas mereka selain hang out adalah bertukar informasi tentang band-band lokal dan internasional, barter CD, jual-beli t-shirt metal hinggamerencanakan pengorganisiran konser. Sebagian lagi yang lainnyamemilih hang out di basement Blok Mall yang kebetulan letaknyaberada di bawah tanah.


Pada era ini hype musik metal yang masif digandrungi adalah subgenre yangmakin ekstrem yaitu death metal, brutal death metal, grindcore, blackmetal hingga gothic/doom metal. Beberapa band yang makinmengkilap namanya di era ini adalah Grausig, Trauma, Aaarghhh,Tengkorak, Delirium Tremens, Corporation of Bleeding, Adaptor,Betrayer, Sadistis, Godzilla dan sebagainya.


Band grindcore Tengkorak pada tahun 1996 malah tercatat sebagai band yang pertama kali merilis mini album secara independen di Jakarta denganjudul `It's A Proud To Vomit Him'. Album ini direkam secaraprofesional di Studio Triple M, Jakarta dengan sound engineer HarryWidodo (sebelumnya pernah menangani album Roxx, Rotor, Koil, Puppen danPAS).


Tahun 1996 juga sempat mencatat kelahiran fanzine musik undergroundpertama di Jakarta, Brainwashed zine. Edisi pertama Brainwashedterbit 24 halaman dengan menampilkan cover Grausig dan profil bandTrauma, Betrayer serta Delirium Tremens. Di ketik di komputerberbasis system operasi Windows 3.1 dan lay-out cut n' pastetradisional, Brainwashed kemudian diperbanyak 100 eksemplar dengan mesinfoto kopi milik saudara penulis sendiri.


Di edisi-edisi berikutnya Brainwashed mengulas pula band-band hardcore, punk bahkan ska. Setelah terbit fotokopian hingga empat edisi, di tahun 1997Brainwashed sempat dicetak ala majalah profesional dengan coverpenuh warna. Hingga tahun 1999 Brainwashed hanya kuat terbit hingga tujuhedisi, sebelum akhirnya di tahun 2000 penulis menggagas format e-zine diinternet (www.bisik.com). Media-media serupa yangselanjutnya lebih konsisten terbit di Jakarta antara lain MorbidNoise zine, Gerilya zine, Rottrevore zine, Cosmic zine dan sebagainya.


29 September 1996 menandakan dimulainya sebuah era baru bagiperkembangan rock underground di Jakarta. Tepat pada hari itulahdigelar acara musik indie untuk pertama kalinya di Poster Café.Acara bernama "Underground Session" ini digelar tiap dua minggusekali pada malam hari kerja. Café legendaris yang dimiliki rocker gaekAhmad Albar ini banyak melahirkan dan membesarkan scene musik indie baruyang memainkan genre musik berbeda dan lebih variatif. Lahirnya sceneBrit/indie pop, ledakan musik ska yang fenomenal era 1997 – 2000 sampaitawuran massal bersejarah antara sebagian kecil massa Jakarta denganBandung terjadi juga di tempat ini.


Getah, Brain The Machine, Stepforward, Dead Pits, Bloody Gore, StraightAnswer, Frontside, RU Sucks, Fudge, Jun Fan Gung Foo, Be Quiet,Bandempo, Kindergarten, RGB, Burning Inside, Sixtols, Looserz, HIV,Planet Bumi, Rumahsakit, Fable, Jepit Rambut, Naif, Toilet Sounds, AgusSasongko & FSOP adalah sebagian kecil band-band yang `kenyang' manggungdi sana.

Bandung scene


Di Bandung sekitar awal 1994 terdapat studio musik legendaris yangmenjadi cikal bakal scene rock underground di sana. Namanya StudioReverse yang terletak di daerah Sukasenang. Pembentukan studio inidigagas oleh Richard Mutter (saat itu drummer PAS) dan Helvi. Ketikasemakin berkembang Reverse lantas melebarkan sayap bisnisnya denganmembuka distro (akronim dari distribution) yang menjual CD, kaset,poster, t-shirt, serta berbagai aksesoris import lainnya. Selaindistro, Richard juga sempat membentuk label independen 40.1.24 yangrilisan pertamanya di tahun 1997 adalah kompilasi CD yangbertitel "Masaindahbangetsekalipisan." Band-band indie yang ikutserta di kompilasi ini antara lain adalah Burger Kill, Puppen, Papi,Rotten To The Core, Full of Hate dan Waiting Room, sebagai satu-satunya band asal Jakarta.


Band-band yang sempat dibesarkan oleh komunitas Reverse ini antara lainPAS dan Puppen. PAS sendiri di tahun 1993 menorehkan sejarah sebagai bandIndonesia yang pertama kali merilis album secaraindependen. Mini album mereka yang bertitel "Four Through The S.A.P"ludes terjual 5000 kaset dalam waktu yang cukup singkat. Mastermind yangmelahirkan ide merilis album PAS secara independen tersebutadalah (alm) Samuel Marudut. Ia adalah Music Director Radio GMR,sebuah stasiun radio rock pertama di Indonesia yang kerap memutardemo-demo rekaman band-band rock amatir asal Bandung, Jakarta dansekitarnya. Tragisnya, di awal 1995 Marudut ditemukan tewas takbernyawa di kediaman Krisna Sucker Head di Jakarta. Yangmengejutkan, kematiannya ini, menurut Krisna, diiringi lagu The End darialbum Best of The Doors yang diputarnya pada tape di kamarKrisna.


Sementara itu Puppen yang dibentuk pada tahun 1992 adalah salahsatu pionir hardcore lokal yang hingga akhir hayatnya di tahun 2002sempat merilis tiga album yaitu, Not A Pup E.P. (1995), MK II (1998) danPuppen s/t (2000). Kemudian menyusul Pure Saturday dengan albumnya yangself-titled. Album ini kemudian dibantu promosinyaoleh Majalah Hai. Kubik juga mengalami hal yang sama, dengan cara bonuskaset 3 lagu sebelum rilis albumnya.


Agak ke timur, masih di Bandung juga, kita akan menemukan sebuahkomunitas yang menjadi episentrum underground metal di sana,komunitas Ujung Berung. Dulunya di daerah ini sempat berdiri StudioPalapa yang banyak berjasa membesarkan band-band underground cadas macamJasad, Forgotten, Sacrilegious, Sonic Torment, Morbus Corpse, TympanicMembrane, Infamy, Burger Kill dan sebagainya.


Di sinilah kemudian pada awal 1995 terbit fanzine musik pertama di Indonesia yang bernama Revograms Zine. Editornya Dinan, adalah vokalis band Sonic Torment yangmemiliki single unik berjudul "Golok Berbicara". Revograms Zine tercatatsempat tiga kali terbit dan kesemua materi isinya membahas band-bandmetal/hardcore lokal maupun internasional.


Siapapun yang pernah menyaksikan konser rock underground di Bandung pastitakkan melupakan GOR Saparua yang terkenal hingga ke berbagai pelosoktanah air. Bagi band-band indie, venue ini laksana gedung keramat yangpenuh daya magis. Band luar Bandung manapun kalau belum di `baptis' disini belum afdhal rasanya.


Artefak subkultur bawah tanah Bandung paling legendaris ini adalah saksi bisu digelarnya beberapa rock show fenomenal seperti Hullabaloo, Bandung Berisikhingga Bandung Underground. Jumlah penonton setiap acara-acara di atastergolong spektakuler, antara 5000 – 7000 penonton! Tiketmasuknya saja sampai diperjualbelikan dengan harga fantastis segala olehpara calo. Mungkin ini merupakan rekor tersendiri yang belum terpecahkanhingga saat ini di Indonesia untuk ukuran rock showunderground.


Sempat dijuluki sebagai barometer rock underground di Indonesia,Bandung memang merupakan kota yang menawarkan sejuta gagasan-gagasancerdas bagi kemajuan scene nasional. Booming distro yang melandaseluruh Indonesia saat ini juga dipelopori oleh kota ini.

Scene Jogjakarta


Kota pelajar adalah julukan formalnya, tapi siapa sangka kalau kota initernyata juga menjadi salah satu scene rock underground terkuat diIndonesia? Well, mari kita telusuri sedikit sejarahnya. Komunitas metalunderground Jogjakarta salah satunya adalah JogjaCorpsegrinder. Komunitas ini sempat menerbitkan fanzine metal HumanWaste, majalah Megaton dan menggelar acara metal legendaris di sana,Jogja Brebeg. Hingga kini acara tersebut sudah terselenggara sepuluhkali! Band-band metal underground lawas dari kota ini antara lain DeathVomit, Mortal Scream, Impurity, Brutal Corpse, Mystis,Ruction.


Untuk scene punk/hardcore/industrial-nya yang bangkit sekitar awal 1997tersebutlah nama Sabotage, Something Wrong, Noise For Violence, BlackBoots, DOM 65, Teknoshit hingga yang paling terkini, Endank Soekamti.Sedangkan untuk scene indie rock/pop, beberapa nama yang patut dihighlight adalah Seek Six Sick, Bangkutaman, Strawberry's Pop sampai TheMonophones. Selain itu, band ska paling keren yang pernah terlahir diIndonesia, Shaggy Dog, juga berasal dari kotaini. Shaggy Dog yang kini dikontrak EMI belakangan malah sedangasyik menggelar tur konser keliling Eropa selama 3 bulan! Kota gudeg initercatat juga pernah menggelar Parkinsound, sebuah festivalmusik elektronik yang pertama di Indonesia. Parkinsound #3 yangdiselenggarakan tanggal 6 Juli 2001 silam di antaranya menampilkan GardenOf The Blind, Mock Me Not, Teknoshit, Fucktory, Melancholic Bitch hinggaMesin Jahat.

Scene Surabaya


Scene underground rock di Surabaya bermula dengan semakin tumbuh-berkembangnya band-band independen beraliran death metal/grindcoresekitar pertengahan tahun 1995. Sejarah terbentuknya berawal dari eventSurabaya Expo (semacam Jakarta Fair di DKI - Red) dimana band- bandunderground metal seperti, Slowdeath, Torture, Dry, Venduzor, Bushidomanggung di sebuah acara musik di event tersebut.


Setelah event itu masing-masing band tersebut kemudian sepakat untukmendirikan sebuah organisasi yang bernama Independen. Base camp dariorganisasi yang tujuan dibentuknya sebagai wadah pemersatu sertasarana sosialisasi informasi antar musisi/band underground metal iniwaktu itu dipusatkan di daerah Ngagel Mulyo atau tepatnya di studio milikband Retri Beauty (band death metal dengan semua personelnya cewek, kiniRIP - Red). Anggota dari organisasi yang merupakan cikal bakalterbentuknya scene underground metal di Surabaya ini memang sengajadibatasi hanya sekitar 7-10 band saja.


Rencana pertama Independen waktu itu adalah menggelar konserunderground rock di Taman Remaja, namun rencana ini ternyata gagal karenakesibukan melakukan konsolidasi di dalam scene. Setelahsemakin jelas dan mulai berkembangnya scene underground metal diSurabaya pada akhir bulan Desember 1997 organisasi Independen resmidibubarkan. Upaya ini dilakukan demi memperluas jaringan agarsemakin tidak tersekat-sekat atau menjadi terkotak-kotakkomunitasnya.


Pada masa-masa terakhir sebelum bubarnya organisasi Independen,divisi record label mereka tercatat sempat merilis beberapa buahalbum milik band-band death metal/grindcore Surabaya. Misalnya debutalbum milik Slowdeath yang bertitel "From Mindless Enthusiasm toSordid Self-Destruction" (September 96), debut album Dryberjudul "Under The Veil of Religion" (97), Brutal Torture "CarnalAbuse", Wafat "Cemetery of Celerage" hingga debut album milik Fear Insideyang bertitel "Mindestruction". Tahun-tahun berikutnyabarulah underground metal di Surabaya dibanjiri oleh rilisan-rilisanalbum milik Growl, Thandus, Holy Terror, Kendath hingga Pejah.


Sebagai ganti Independen kemudian dibentuklah Surabaya UndergroundSociety (S.U.S) tepat di malam tahun baru 1997 di kampus Universitas 45,saat diselenggarakannya event AMUK I. Saat itu di Surabaya juga telahbanyak bermunculan band-band baru dengan aliran musik black metal. Salahsatu band death metal lama yaitu, Dry kemudian berpindah konsep musik seiring dengan derasnya pengaruh musik black metal di Surabaya kala itu.


Tepat tanggal 1 Juni 1997 dibentuklah komunitas underground INFERNO 178yang markasnya terletak di daerah Dharma Husada (Jl. Prof. DR. Moestopo,Red). Di tempat yang agak mirip dengan rumah-toko (Ruko) ini tercatat adabeberapa divisi usaha yaitu, distro, studio musik, indie label, fanzine,warnet dan event organizer untuk acara-acara underground di Surabaya.Event-event yang pernah di gelar olehINFERNO 178 antara lain adalah, STOP THE MADNESS, TEGANGAN TINGGI I & IIhingga BLUEKHUTUQ LIVE.


Maka, untuk mengantisipasi terjadinya stagnansi atau kesenjanganinformasi di dalam scene, lahirlah kemudian GARIS KERAS Newsletter yangterbit pertama kali bulan Februari 1999. Newsletter denganformat fotokopian yang memiliki jumlah 4 halaman itu banyak mengulasberbagai aktivitas musik underground metal, punk hingga HC tak hanya diSurabaya saja tetapi lebih luas lagi. Respon positif pun menurut merekalebih banyak datang justeru dari luar kota Surabaya itusendiri.

Scene Malang


Kota berhawa dingin yang ditempuh sekitar tiga jam perjalanan dariSurabaya ini ternyata memiliki scene rock underground yang "panas" sejakawal dekade 90-an. Tersebutlah nama Total Suffer Community(T.S.C) yang menjadi motor penggerak bagi kebangkitan komunitas rockunderground di Malang sejak awal 1995. Anggota komunitas ini terdiri dariberbagai macam musisi lintas-scene, namun dominasinya tetapsaja anak-anak metal. Konser rock underground yang pertama kalidigelar di kota Malang diorganisir pula oleh komunitas ini. Acarabertajuk Parade Musik Underground tersebut digelar di Gedung Sasana AsihYPAC pada tanggal 28 Juli 1996 dengan menampilkan band-bandlokal Malang seperti Bangkai (grindcore), Ritual Orchestra (black metal),Sekarat (death metal), Knuckle Head (punk/hc), Grindpeace (industrialdeath metal), No Man's Land (punk), The Babies (punk) dan juga band-bandasal Surabaya, Slowdeath (grindcore) serta The Sinners (punk).


Beberapa band Malang lainnya yang patut di beri kredit antara lainKeramat, Perish, Genital Giblets, Santhet dan tentunya RottenCorpse. Band yang terakhir disebut malah menjadi pelopor stylebrutal death metal di Indonesia. Album debut mereka yangbertitel "Maggot Sickness" saat itu menggemparkan scene metal diJakarta, Bandung, Jogjakarta dan Bali karena komposisinya yang solid dankualitas rekamannya yang top notch. Belakangan band ini pecah menjadi duadan salah satu gitaris sekaligus pendirinya, Adyth,hijrah ke Bandung dan membentuk Disinfected. Di kota inilah lahir untukkedua kalinya fanzine musik di Indonesia. Namanya Mindblast zine yangditerbitkan oleh dua orang scenester, Afril dan Samackpada akhir 1995. Afril sendiri merupakan eks-vokalis band Grindpeace yangkini eksis di band crust-grind gawat, Extreme Decay. Sementara indielabel pionir yang hingga kini masih bertahan serta tetapproduktif merilis album di Malang adalah Confused Records
Scene Bali


Berbicara scene underground di Bali kembali kita akan menemukankomunitas metal sebagai pelopornya. Penggerak awalnya adalahkomunitas 1921 Bali Corpsegrinder di Denpasar. Ikut eksis didalamnya antara lain, Dede Suhita, Putra Pande, Age Grindcorner dan SabdoMoelyo. Dede adalah editor majalah metal Megaton yang terbit diJogjakarta, Putra Pande adalah salah satu pionir webzine metal IndonesiaCorpsegrinder (kini Anorexia Orgasm) sejak 1998, Ageadalah pengusaha distro yang pertama di Bali dan Moel adalahgitaris/vokalis band death metal etnik, Eternal Madness yang aktifmenggelar konser underground di sana. Nama 1921 sebenarnya diambil daridurasi siaran program musik metal mingguan di Radio Cassanova, Bali yangberlangsung dari pukul 19.00 hingga 21.00 WITA.


Awal 1996 komunitas ini pecah dan masing-masing individunya jalansendiri-sendiri. Moel bersama EM Enterprise pada tanggal 20 Oktober 1996menggelar konser underground besar pertama di Bali bernamaTotal Uyut di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Band-band Bali yang tampil diantaranya Eternal Madness, Superman Is Dead, Pokoke, Lithium,Triple Punk, Phobia, Asmodius hingga Death Chorus. Sementara band- bandluar Balinya adalah Grausig, Betrayer (Jakarta), Jasad, Dajjal,Sacrilegious, Total Riot (Bandung) dan Death Vomit (Jogjakarta).Konser ini sukses menyedot sekitar 2000 orang penonton dan hinggasekarang menjadi festival rock underground tahunan di sana. Salah satualumni Total Uyut yang sekarang sukses besar ke seanteronusantara adalah band punk asal Kuta, Superman Is Dead. Mereka malahmenjadi band punk pertama di Indonesia yang dikontrak 6 album oleh SonyMusic Indonesia. Band-band indie Bali masa kini yang stand out diantaranya adalah Navicula, Postmen, The Brews, Telephone, Blod Shot Eyesdan tentu saja Eternal Madness yang tengah bersiap merilis album ke tigamereka dalam waktu dekat.

sumber
  http://fhaglad.blogspot.com